Archive for August, 2005

P A D I

Saturday, August 20th, 2005

Padi “Coolest Album to watch in 2005” – majalah Hai No. III Layaknya matahari menyapa pagi setelah malam, begitu pula semangat PADI yang kembali terbit untuk melangkahkan kaki dengan album keempatnya. Setelah merilis Lain Dunia (1999), Sesuatu Yang Tertunda (2001) sampai pada suatu tahap dimana Piyu, Fadly, Rindra, Ari, maupun Yoyok merasakan kegelisahan dan ketakutan yang dituturkan dalam album Save My Soul (2003), kini perjalanan mereka sampai pada satu tahap penuh harapan. Kehadiran album keempat PADI di pertengahan 2005 ini dirasakan sebagai sebuah kelahiran kembali, sebuah resurection, sebuah awal yang baru.

Album Keempat, Self-titled Proses penggarapan album memakan waktu 1 tahun 10 bulan dan PADI menamai album ini dengan nama dirinya sendiri, PADI. Ini tak lain karena PADI merasakan sebuah tahap kelahiran kembali pada saat proses pembuatan album. Tahapan yang baru dirasakan seakan menandai kembalinya semangat seperti awal-awal PADI mulai merintis karirnya ditahun 1997. Artwork album yang cerahpun menemani sobat PADI menikmati lirik-lirik manis yang hidup kembali. Berkisah tentang jatuh cinta, kebijaksanaan dalam menyikapi hidup dan keengganan untuk stuck pada satu masalah. Semuanya dikemas dalam nuansa musik yang bright dan tetap kental dengan musik khas PADI. Simak saja Prolog sebuah lagu yang mengawali langkah sobat PADI menikmati album ini. Lirik dan lagunya ditulis oleh Piyu bercerita akan sisi optimisme setelah sebelumnya PADI pernah mengalami masa-masa gelap, rasa bersalah dan terjebak dalam suatu problema. Kisah romantisme tentang seorang pilot yang tengah menjalin cinta dituangkan dalam lagu Siapa Gerangan Dirinya. Pembangunan cerita yang dihadirkan dalam lagu yang ditulis oleh Piyu dan Fadly ini layak diacungi jempol. Bercerita tentang seorang pilot yang mempunyai sahabat korespondensi seorang wanita namun belum pernah ia temui. Dan rasa penasaran yang ada di benak sang pilot tentang siapa gerangan wanita yang memujanya itu tersiratkan dalam lagu ini. Tradisi untuk menulis lagu dari judul album sebelumnya kembali dilakukan PADI. Bila album ketiga berjudul Save My Soul maka di album ini dihadirkan sebagai sebuah lagu. Liriknya full bahasa Ingris dan ditulis oleh Fadly. Lagu yang benuansa timur ini dihantarkan dengan bebunyian tabla dan permainan sitar. Selain lagu Save My Soul, Fadly juga menulis lagu Bukan Akhir Dunia. Lewat lagu ini PADI mengajak sobat PADI yang tenggelam dalam jerat narkoba dan problematika hidup untuk segera bangkit dan kembali semangat menjalani hari. Untuk album ini PADI berupaya sekali mencari sound yang lebih bright dan basah agar semuanya seirama dengan lirik lagu. Simak saja lagu Menerobos Gelap dan Ternyata Cinta. Walaupun masih dengan vokal khas Fadly yang mendayu namun bila dirasakan lebih dalam musik yang tersaji amatlah mudah dinikmati.

Menanti Sebuah Jawaban, soundtrack UNGU VIOLET Lagu Menanti Sebuah Jawaban yang merupakan single jagoan album ini dijadikan theme-song untuk sebuah film layar lebar UNGU VIOLET. “Ide lagunya muncul setelah aku membaca skenerio film Ungu Violet,” papar Piyu penulis lagu ini. Piyu juga menggubah score untuk film layar lebar ini. Skenario UNGU VIOLET ditulis oleh Jujur Pranato (“Rini Tomboy”, “Petualangan Sherina”, “Ada Apa Dengan Cinta?”) bercerita tentang kebesaran cinta dengan segala misterinya. Dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo (“Ada Apa Dengan Cinta?”, “Pasir Berbisik”, “Banyu Biru”) dan Rizky Hanggono. Digarap oleh sutradara Rako Prijanto yang pernah terlibat dalam Ada Apa Dengan Cinta, Arisan, Eliana Eliana, Mengejar Matahari dan outcoming feature film Gie. UNGU VIOLET diproduksi oleh Sinemart dibawah pimpinan Leo Sutanto dan akan ditayangkan di layar lebar di bulan Juni tahun 2005.

Kolaborasi Penuh Optimisme Di album ini, PADI berkolaborasi dengan musisi-musisi legend. Kita bisa menikmati keindahan permainan piano Bubbi Chen, maestro jazz, yang bersinergi total pada interlude lagu Elok. Permainan hammond yang apik dibesut oleh Abadi Soesman hadir dalam lagu Tak Hanya Diam. Tepukan tabla dari Koussik Dutta yang berpadu dengan bebunyian sitar menghantarkan lagu Save My Soul dalam pesona timur nan aduhai. Dan untuk menghadirkan nuansa grande nan megah, iringan Infinito Choir kembali hadir dalam lagu Prolog dan Ternyata Cinta besutan Piyu. Hadir pula sang maestro biola, Idris Sardi, menambah kaya nuansa yang dihadirkan lewat gesekan biola serta orkestrasi pada lagu yang penuh ketenangan berjudul Masih Tetap Tersenyum. Menikmati album ini seperti merasakan angin lembut yang membelai selepas badai. Nuansa optimisme yang bersahaja hadir dominan di album ini. Lewat progresi-progresi kord yang baru dan tanpa banyak bermain diperubahan tempo, beat-beat yang tersaji akan mengantarkan sobat PADI bersentuhan dengan semangat yang ada. Rasakan dan nikmati, sebuah proses kelahiran kembali. Artist Padi Track Listing 1. PROLOG 2. TAK HANYA DIAM 3. MENANTI SEBUAH JAWABAN 4. ELOK 5. SIAPA GERANGAN DIRINYA 6. MENEROBOS GELAP 7. SAVE MY SOUL 8. BUKAN AKHIR DUNIA 9. TERNYATA CINTA 10. MASIH TETAP TERSENYUM Discography Sesuatu Yang Tertunda Save My Soul Lain Dunia Padi Padi

<======== padi’s new EP.

UNGU violet2

Saturday, August 20th, 2005

This might be a little bit late than usual, my post I mean. The delay is because of my tight schedule. My current life has been chaotic. There are a lot of things to do and I nearly kill myself just when I started to think about it. I even have no time for myself! Can you believe that? I’m even busier than our Prime Minister, I believe. Assignments and home works and presentation and many more stuffs waiting to be done. So, the post about my review about the film, UNGU VIOLET has to take a back seat. So here’s what I think about the film. As I post earlier in this space (this is the current addition to this main topic.), I went to catch the film on Friday the 12th, one day after the premiere of the movie. I went there with my classmate and we went to buy the tickets for the show at 7pm.then we went to Pikom PC fair and because of that, we missed the first 20 minutes of the movie. Shoot. But we went in as the “fashionably late” kind of movie –goers exactly like the Nokia advertisement usually aired minutes before the movie started. Okay enough about me, the movie to me is quite good but I still think Tentang Dia is a better movie than Ungu Violet. I can’t feel this movie as I do for the movie Tentang Dia. But I do cry. Twice. The first time I cried is the scene where Kalin calls her Eyang (which means granny) and she tells her Eyang how she misses her. Second time is when Kalin is blind and Lando came by to comfort her while she cries “Perit banget…” to Lando. The ending of the movie is quite surprising, I must say. Before I went to watch the movie, I first went to its official website and read the synopsis and read about the movie a bit from the reviews that has been made by journalist. Then I made my own conclusion about the movie and I’m so sure that my conclusion will turn out exactly the same, I thought Lando will die and he donates his cornea to Kalin. And you could’ve guess how deceived I am when I finally get to see the movie! Brilliant ending, I could say. But unfortunately, is still love Tentang Dia better than this movie. The reason why I love Tentang Dia is because the theme brought up by the movie is so empowering and close to reality. I like the way the character in the movie evolves and the gloomy mood of the movie itself. But Apa Dengan Cinta? is still the best Indonesian movie I’ve ever watched (considering on how little I know about the Indonesian film industry and scene!). Quoting some reviews about Ungu Violet, this is the first movie from Rako Prijanto, the guy who wrote absolutely beautiful poems in A2DC. Ungu Violet is the name of the movie because purple is the universal color that defines romance. He also sates that, Kalin’s character is like the red color. She is very lively, cheerful, outgoing like red. Meanwhile, Lando is described as a “blue” guy. He’s introvert, social outcast and bleak, like blue. So, talking about science, when red is combined with blue, it will create purple or violet, the romance color. Awww… how cute. Seriously, that’s the only good thing about this movie; the subtle art hidden in this movie. Rizky Hanggono to me is not convincing. But he’s quite okay despite of the fact that this is his first movie and he managed to kiss and hug and act with his favorite actress (how lucky this guy is?). Dian, as usual, there’s nothing not to love about this seasoned actress. For this movie, I gave 3 out of 5. Hey, I’m trying to be as lenient as I could!

010   01

05

02 03 041_1

07_1 08

busy maa..

Saturday, August 20th, 2005

BUSY. That is the perfect word that could describe my life today. I never thought that my life could be this busy and chaotic. Who would’ve thought my life turns out to be like this. I barely have time for myself nowadays! To wash my hair I have to sacrifice other stuff. To take a quick nap, I have to think about my assignments. To post my craps here, I have to delay my bedtime. I think that would give you all a little bit “taste” of my current life. So, to those people who concerned about me, please help me!! I really think that I should run away and go on a vacation even if it’s for a day. Stressed? BTDT. Tensed? BTDT. All worked up? BTDT. Gosh, how cruel this life can be!!!!!!

Wallpaper_76_800 <======= exactly how i look when i’m in class and when i’m

              writing this stuff..

ungu-VIOLET

Thursday, August 4th, 2005

i will be watching this movie this friday.then only i could give review about this movie.i’ve already bought a box of tissue,a preparation for the "crying session"

here’s something from the official website:

Synopsis

Lando (Ricky Hanggono) seorang fotografer yang baru saja ditinggal tunangannya. Dalam kegalauannya ini dia bertemu dengan seorang gadis penjaga ticket busway yang bernama Kalin (Dian Sastrowardoyo). Lando pun kembali menemukan gairah hidupnya. Tapi hal ini tidak berlangsung lama, karena tanpa alasan yang jelas Lando meninggalkan Kalin begitu saja, yang membuat Kalin marah dan sakit hati.

Waktu terus berlalu, Lando yang tetap dengan kegalauannya mendapatkan Kalin sekarang telah menjadi seorang super model, dia melihat kehadiran kalin dimana-mana.

Timbul kerinduan dan keinginan untuk menemui Kalin kembali dan menjelaskan alasannya dulu pergi. Akhirnya kesempatan itu didapatnya, dia berhasil menemui Kalin, tapi lagi-lagi pertemuan ini berakhir dengan tragis karena Kalin mengalami kecelakaan dan mengakibatkan dia buta. Walaupun kemudian Kalin mendapatkan donor untuk kornea matanya yang membuat dia bisa melihat kembali, tetapi dia tidak melihat kehadiran seorang Lando, laki-laki yang sebenarnya sangat dia cintai.

Bisakah Kalin akhirnya bertemu dengan Lando, atau apakah kornea mata itu?? Begitu sempitnya waktu, begitu besarnya cinta !!

log on to this movie official website at: 

http://www.ungu-violet.com/index2.html